Minggu, 22 Februari 2015

Batik Cirebon - Batik Bangkalan Tidak Diimbangi Pabrik Tekstil


Batik Cirebon - Product batik Madura khas Bangkalan, Jawa Timur, masih tetap jadi komoditas unggulan daerah itu. Sayangnya perkembangan industri batik Bangkalan tidak diimbangi dengan kehadiran pabrik tekstil. Sampai pada akhirnya, harga batik Bangkalan terbilang mahal. Product
Nama batik madura khas Bangkalan tidak cuma bergema di pasar domestik. Namanya juga mulai di kenal di pasar internasional. Pemerintah kabupaten juga mulai memperhatikan industrinya.
Tetapi harga jualnya kalah berkompetisi dengan batik dari lokasi lain di Indonesia. Harga paling murahnya Rp60 ribu selembar. Sesaat harga paling mahal dapat meraih Rp25 juta per helai, untuk type batik Gentongan.
Batik CirebonPengrajin batik mengakui biaya produksi mahal. Argumennya, mereka menghadirkan kain dari luar lokasi Bangkalan.
"Kami untuk kain sampai kini menghadirkan dari beragam lokasi mas, umumnya sih dari Surabaya atau terkadang dari Pekalongan. Jadi harga kain jadi lebih mahal demikian dengan juga harga batiknya, " tutur Rofiah, seseorang pengrajin batik asal Desa Telaga Biru, Tanjung Bumi, Bangkalan, Minggu (22/2/2015) siang.
Beberapa pengrajin, kata Rofiah, memerlukan pabrik tekstil di daerah Bangkalan. Hingga cost produksi bisa ditekan serta harga jual kain batik juga lebih terjangkau
"Kita kan masih tetap mesti menghadirkan dari lokasi luar, hingga harga kain jadi sangatlah mahal. Lain seperti solo serta pekalongan yang mempunyai pabrik kain sendiri hingga harga batik mereka tambah lebih murah, " terangnya.
Batik Cirebon - Kepala Bagian Fasilitas serta Produksi Industri Dinas Perindustrian serta Perdagangan Kabupaten Bangkalan, Iskandar Ahadiyat, juga mengerti permasalahan itu. Ia mengaku industri tekstil terkendala dengan tak ada pabrik kain di kabupaten itu.
Karena itu, Iskandar mengimbau pengrajin bisa menonjolkan ciri khas lain untuk kurangi harga produksi. " Harapan kami untuk pengrajin dapat lebih kreatif meningkatkan motif serta corak. diluar itu, pengrajin juga diharap dapat sesuaikan pasar terutama permasalahan harga, lantaran di ketahui berbarengan bahan baku batik masih tetap dihadirkan dari daerah luar. Spesial berkenaan muatan lokal, saya himbau agar beberapa pengrajin tak menyingkirkan ciri khas kedaerahan, terus batik catat dengan bahan alami janganlah printing, " harapnya.
Ahadiyat menyampaikan pengrajin batik di Bangkalan meraih lebih 2. 000 orang. Jumlah itu bertambah di banding empat th. lantas yang cuma sejumlah 1. 200 orang.
Mengerti kekurangan itu, Iskandar berikan peluang pada investor untuk membangun pabrik tekstil di Bangkalan. Tetapi tentu, pembangunan pabrik tekstil mesti mengantongi izin dari pemerintah setempat. ( Batik Cirebon )

0 comments:

Posting Komentar